Logo AWAN NEWS

Jembatan Penghubung Jatisari-Tirtamulya Pangkas Jarak Tempuh hingga 5 Kilometer

S

Super Admin

Tuesday, 11 Aug 2026 | 08:27 WIB 57 kali dibaca

Jembatan Penghubung Jatisari-Tirtamulya Pangkas Jarak Tempuh hingga 5 Kilometer

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE., ketika meninjau Jembatan Penghubung Jatisari-Tirtamulya, Senin 10 Agustus 2026. | Foto: Istimewa/AWAN NEWS-BiroJabar.Dharto

AWAN NEWS, Karawang | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mengapresiasi pembangunan dan renovasi sejumlah jembatan penghubung di wilayah Kecamatan Jatisari dan Kecamatan Tirtamulya yang dikerjakan jajaran Kodim 0604/Karawang.

 

Keberadaan jembatan dinilai mempercepat mobilitas masyarakat. Sebelumnya, warga harus menempuh jalur memutar hingga 3-5 kilometer untuk menuju wilayah kecamatan di seberang.

 

Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan pembangunan jembatan menjadi bagian penting dalam membuka akses masyarakat, terutama bagi petani, pelajar, dan warga yang beraktivitas setiap hari.

 

“Hari ini kami mengucapkan terima kasih atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang dan masyarakat kepada jajaran Kodim 0604 Karawang yang alhamdulillah sudah merealisasikan pembangunan jembatan,” ungkap Aep, Senin (10/8/2026).

 

Aep juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak atas dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.

 

“Terima kasih juga kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Kasad, tentunya Bapak Jenderal Maruli,” katanya.

 

Jembatan penghubung yang telah dibangun memiliki panjang sekitar 90 meter dan lebar 1,5 meter. Infrastruktur tersebut diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua dengan mempertimbangkan aspek keamanan serta kekuatan konstruksi.

 

Dengan adanya jembatan tersebut, masyarakat tidak lagi harus menggunakan jalur memutar ketika hendak menuju wilayah kecamatan sebelah. Akses baru ini, juga diharapkan memperlancar aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat.

 

Pemkab Karawang memastikan penataan infrastruktur di kawasan tersebut akan terus dilanjutkan. Pemerintah daerah berencana membenahi jalan usaha tani untuk semakin menunjang mobilitas warga dan aktivitas pertanian.

 

Empat Titik Jembatan Digarap Kodim

 

Dandim 0604/Karawang Letkol Inf. Nanda Siswanto mengatakan, terdapat empat titik jembatan yang menjadi sasaran pengerjaan jajaran Kodim 0604/Karawang.

Dari empat titik tersebut, dua berada di Kecamatan Jatisari dan telah selesai dikerjakan. Salah satunya merupakan pembangunan jembatan baru, karena sebelumnya belum terdapat akses penghubung.

 

Sementara titik lainnya, merupakan renovasi total jembatan lama yang kondisinya sudah tidak layak digunakan.

 

“Untuk kondisi awal, di sini, sebelum kami bangun belum ada jembatan. Tapi untuk titik yang di Dusun Krajan 2 itu sudah ada. Akan tetapi, kondisi jembatannya, tali sling dan papannya, sudah mulai rapuh,” papar Nanda.

 

Menurutnya, usulan renovasi jembatan tersebut disampaikan melalui pemerintah desa kepada Kodim 0604/Karawang. Setelah dilakukan pengecekan, jembatan kemudian diperbaiki secara menyeluruh.

 

“Sehingga, melalui lurah mengajukan kepada Kodim, lalu kita perbaiki,” sambungnya.

 

Nanda menambahkan, dua titik lainnya masih dalam proses pengerjaan. Salah satunya merupakan pembangunan jembatan baru dengan panjang sekitar 100 meter. Sedangkan titik lainnya, berupa renovasi jembatan sepanjang 80 meter.

 

“Masih ada dua titik yang sedang kami kerjakan. Satu pembangunan baru dengan panjang sekitar 100 meter, dan satu lagi renovasi jembatan sepanjang 80 meter,” jelasnya.

 

Ada pun jembatan yang direnovasi memiliki ketinggian sekitar 10 meter dari permukaan tanah. Pengerjaan, dilakukan untuk memperkuat konstruksi sekaligus memastikan konektivitas antarkawasan dapat digunakan masyarakat secara lebih aman dan nyaman.

 

Pembangunan dan renovasi jembatan tersebut diharapkan tidak hanya memangkas waktu tempuh warga, tetapi juga mendorong kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat di wilayah Jatisari dan Tirtamulya. (Dharto/Biro-JB)