Logo AWAN NEWS

Pemprov Lampung Siagakan Satgas Karhutla Hadapi Ancaman Kemarau Ekstrem

S

Super Admin

Saturday, 11 Apr 2026 | 16:28 WIB • 20 kali dibaca

Pemprov Lampung Siagakan Satgas Karhutla Hadapi Ancaman Kemarau Ekstrem

Lokasi: Kota Bandar Lampung

 

Awan News, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau ekstrem dengan menginstruksikan seluruh Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) segera aktif menjalankan tugas di daerah rawan.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan potensi kebakaran hutan dan lahan diperkirakan meningkat seiring dampak fenomena El Nino yang memicu cuaca lebih kering dalam beberapa bulan ke depan. Karena itu, kesiapsiagaan seluruh daerah menjadi hal yang tidak bisa ditunda.

Wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi antara lain Kabupaten Mesuji, Lampung Timur, khususnya kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Tengah, serta Lampung Selatan.
Menurut Jihan, Satgas Karhutla harus segera mengintensifkan pemantauan titik panas (hotspot) serta memastikan penanganan cepat apabila muncul indikasi kebakaran di lapangan.
"Risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau harus diantisipasi sejak dini.

Pemantauan harus dilakukan secara rutin agar setiap titik api dapat segera ditangani sebelum meluas," ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Ia meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Lampung mengaktifkan kembali Satgas Karhutla sebagai bagian dari upaya mitigasi terpadu selama periode kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Mei hingga Oktober.

Selain meningkatkan pengawasan, pemerintah daerah juga diminta memperkuat sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan potensi munculnya kebakaran, terutama di wilayah yang selama ini kerap melakukan pembakaran lahan saat musim panen.

Jihan menambahkan, kawasan pertanian di Kabupaten Lampung Tengah dan Tulang Bawang menjadi daerah yang perlu mendapatkan perhatian lebih melalui pengawasan intensif serta edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.

Pemerintah Provinsi Lampung berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan sehingga dampak kemarau ekstrem terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat dapat ditekan semaksimal mungkin.(*)