Logo AWAN NEWS

Musrenbang 2026: Mirza Fokus Tingkatkan Nilai Tambah Pertanian demi Sejahterakan Petani

S

Super Admin

Monday, 13 Apr 2026 | 18:09 WIB • 29 kali dibaca

Musrenbang 2026: Mirza Fokus Tingkatkan Nilai Tambah Pertanian demi Sejahterakan Petani

Lokasi: Kota Bandar Lampung

Awan News, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah. Komitmen tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Lampung Tahun 2026 yang digelar di Balai Keratun, Senin (13/4/2026), sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pertanian merupakan penopang utama perekonomian Lampung. Selain menyumbang sekitar sepertiga Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sektor ini juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat di berbagai daerah.
Menurutnya, potensi besar yang dimiliki Lampung melalui komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan singkong harus mampu memberikan manfaat nyata bagi petani. Karena itu, pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai program yang menyasar peningkatan produktivitas hingga nilai tambah hasil panen.
Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah fluktuasi harga komoditas serta panjangnya rantai distribusi yang membuat keuntungan lebih banyak dinikmati di luar tingkat petani. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya pendapatan petani dan turut memengaruhi pertumbuhan ekonomi di pedesaan.


Untuk mengatasi persoalan itu, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong kebijakan stabilisasi harga hasil pertanian, peningkatan ketersediaan pupuk, serta penguatan hilirisasi di tingkat desa. Penyediaan fasilitas pengering hasil panen (dryer) juga dipersiapkan agar kualitas produk meningkat dan harga jual menjadi lebih baik.
Selain memperkuat sektor produksi, pemerintah juga mengembangkan program pupuk organik cair berbasis desa yang ditargetkan menjangkau seluruh wilayah pada 2027. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi petani.


Di bidang sumber daya manusia, Pemprov Lampung terus memperluas pelatihan vokasi melalui mobil pelatihan keliling hingga ke desa-desa. Program vokasi migran juga disiapkan untuk membuka peluang kerja ke luar negeri sebagai alternatif peningkatan pendapatan masyarakat.


Sementara itu, aspek infrastruktur tetap menjadi perhatian. Penyelesaian jaringan irigasi, termasuk pada Bendungan Way Sekampung dan Margatiga, dinilai penting untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian serta mengurangi risiko banjir dan kekeringan.


Melalui Musrenbang ini, pemerintah menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan nilai tambah hasil pertanian dapat dirasakan langsung oleh petani. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, kesejahteraan masyarakat desa diharapkan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi Lampung yang lebih merata dan berkelanjutan.(*)