Logo AWAN NEWS

Alhayat Altayeba Qatar Salurkan Wakaf, Dusun 7 Gedung Agung Bakal Nikmati Masjid Baru

S

Super Admin

Wednesday, 15 Jul 2026 | 15:16 WIB • 106 kali dibaca

Alhayat Altayeba Qatar Salurkan Wakaf, Dusun 7 Gedung Agung Bakal Nikmati  Masjid Baru

Saat meninjau Proyek Pembangunan (baru) Masjid di Dusun 7 Desa Gedung Agung: Tauhid, Pengawas Proyek dari perusahaan mitra Alhayat Altayeb Qatar (kiri). Supriyo, penanggung jawab pengelolaan tanah wakaf seluas 350 meter persegi (kanan). | Foto: AWAN NEWS

Lokasi: Kab. Lampung Selatan

AWAN NEWS, Jati Agung-Lamsel | Pembangunan dari awal Masjid Muhammad di Dusun 7 Desa Gedung Agung, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan telah dimulai pada Ahad, pekan ini. Masjid yang meterial bangunannya berupa wakaf dari Muassasah Alhayat Altayeba asal Qatar, diharapkan nantinya masjid dapat dikelola sebaik-baiknya dan warga diminta agar memakmurkannya.

 

Harapan itu muncul dari pewakaf lahan, Lagiman, sebagaimana diungkap Supriyo, di lokasi proyek pembangunan masjid kepada AWAN NEWS, Selasa (14/7/2026). Priyo adalah penerima atau penanggung jawab tanah wakaf yang memperoleh dukungan, antara lain dari Kepala Desa Gedung Agung, Martono.

 

Ada pun luas lahan yang diwakafkan oleh Lagiman, menurut Priyo, luasnya 350 meter persegi. "Lahan wakaf dari keluarga Pak Lagiman ini memang pada akhirnya dipercayakan kepada saya untuk dikelola sesuai harapannya. Awal mulanya, pada tanah wakaf ini, kami merencanakan dibangun mushalla, dengan tujuan mendorong peningkatan ibadah khususnya bagi warga setempat," ungkapnya.

 

Priyo juga mengemukakan, ketika dirinya mempersiapkan perencanaan pembangunan mushalla, malah dapat informasi terkait dengan adanya bantuan dari Qatar. "Saya  langsung coba-coba membangun komunikasi dengan orang-orang yang memahami: bagaimana jalur atau prosedurnya. Alhamdulillah, akhirnya dapat juga saya komunikasi dengan orang-orang yang punya kompetensi dan dapat membantu yang kita rencanakan. Kantor orang tersebut di Kota Metro," katanya.

 

Setelah mendengar arahan dan saran, Priyo pun membuat proposal. Ternyata bantuan dari Qatar, maunya membangun masjid supaya bisa untuk Shalat Jumat dan dan juga sarana pendidikan Islam. Setelah memperoleh masukan dari beberapa tokoh desa, kemudian ia pun mengajukan agar di tanah wakaf dari Lagiman itu dibangun masjid dan gedung (dua ruang kelas) untuk madrasah diniyah.

 

"Cuman, paket dari Qatar pada tahun ini, yang tersedia tinggal untuk pembangunan masjid. Kalau termasuk gedung madrasahnya harus tahun-tahun mendatang. Saya pikir-pikir, pembangunan masjid saja juga tak apa-apalah. Ini 'kan merupakan kesempatan yang baik," terang Priyo seraya mengucap Alhamdulillah.

 

Hal lain yang diungkap Priyo adalah pertanggung jawaban; Baik masalah pembangunan fisik masjid mau pun masalah pengelolaan menuju kemakmuran masjid, sesuai pesan yang wakaf tanah, tentu harus dipikirkan dan dirancang juga.

 

"Sekarang, konsentrasi tentu pada masalah pembangunan fisik masjidnya dulu. Sesudah masjid jadi, bisa digunakan, kita bisa musyawarahkan kembali kepada warga untuk membuat program kegiatan yang tujuannya memakmurkan masjid," sebut dan harap Priyo.

 

Di lokasi sama, Tauhid, selaku Pengawas Proyek Pembangunan Masjid Muhammad yang ditugaskan perusahaan mitra resmi pihak Qatar, menyatakan: masjid yang dibangun di Dusun 7 Gedung Angung ini masuk pada tipe A.

 

Pihak Qatar, dalam hal ini Alhayat Altayeba, sebut Tauhid menyediakan material bangunannya hingga masjid rampung. Sedangkan untuk pekerja bangunan dan bagaimana biayanya, berasal dari hasil musyawarah masyarakat. “Jadi dari Qatar wakafnya hanya bahan bangunan,” ungkap dia.

 

Tauhid menegaskan, material bangunan yang dibutuhkan, ia pastikan akan cukup dan sudah tersedia. "Rencananya tak hanya sampai pemasangan keramik saja. Namun juga akan dilengkapi dengan karpet, mimbar, juga sound system atau pengeras suara," katanya.  

 

Menurut Tauhid, untuk meterial bangunan dibawa ke lokasi proyek secara bertahap. Hal tersebut disesuaikan dengan capaian atau progress pada bangunannya.

 

"Kalau material bangunannya dibawa ke sini sekaligus, misalkan semen, khawatirnya ada yang beku atau rusak. Sekarang ini'kan baru fondasi beserta pembesian. Menyusul pasang dinding dan pengecoran-pengecoran bagian atas, serta pasang kusen pintu dan jendela. Setelah itu, barulah meterial bagian atas seperti  rangka atap baja ringan dan lain-lain, sampai kemudian material lantai keramik, dan material finishing seperti cat," rincinya.  

Ditanya apakah wakaf bahan bangunan dari Qatar termasuk pembuatan sumur Jet Pump atau Submersible (pompa celup) yang sudah selesai pengeboranya di lokasi proyek ini? Tauhid menjawab, kalau sumur tersebut adalah wakaf juga tapi dari donatur.

 

"Jadi, dari Qatar untuk di proyek ini tidak termasuk pengadaan material sumber pengadaan air. Walau pun, ada juga paket yang sekalian untuk sumurnya. Tapi kalau soal sumur di lokasi proyek ini, siapa pewakaf atau donaturnya, bahkan juga pemasangan jaringan listrik; Yang lebih tahu ya Pak Priyo," sebut dia.

 

Bicara harapan ke depan, baik Priyo mau pun Tauhid berpandangan sama. Sesudah masjid jadi dan dapat digunakan, hendaknya membawa manfaat bagi umat Islam umumnya; Dan kemanfaatannya, diharapkan tidak sebatas kegitan ibadah rutin atau jenis ritual saja, tapi juga hendaknya masjid ini menjadi pusat pendidikan dan kebudayaan warga dalam menjalankan perintah agama yang mendorong lahirnya kesalehan sosial di tengah-tengah masyarakat. (AGK)