PBAK Berujung Ricuh, Mahasiswa Berhamburan di Pelataran Rektorat UIN RIL
Foto: saat mahasiswa berhamburan
Lokasi: Kota Bandar Lampung
Awan News, Bandar Lampung — Pelataran Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung mendadak berubah menjadi lokasi kepanikan pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 17.06. Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang semula berlangsung tertib terhenti setelah kericuhan pecah di tengah kerumunan mahasiswa. Mahasiswa baru yang berada di lokasi kemudian berhamburan meninggalkan area kegiatan.
Berdasarkan keterangan dan dokumentasi yang diterima, kericuhan melibatkan puluhan anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Raden Intan Pencinta Alam (Maharipal). Mereka disebut melakukan penyerangan terhadap sejumlah mahasiswa yang berada di lokasi. Aksi tersebut terjadi ketika mahasiswa baru masih berada di sekitar pelataran rektorat.
Situasi semakin kacau setelah dua pengendara sepeda motor jenis Vespa disebut menggeber kendaraannya di tengah kerumunan. Kepulan asap muncul di antara mahasiswa. Bersamaan dengan itu, terjadi pemukulan terhadap sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi.
Yang membuat peristiwa ini semakin serius adalah laporan bahwa kekerasan tidak hanya dialami mahasiswa laki-laki. Mahasiswa perempuan juga disebut menjadi sasaran pemukulan. Di tengah kepanikan, sebagian mahasiswa memilih berlari dan menjauh dari lokasi untuk menghindari kemungkinan menjadi korban berikutnya.
Jika rangkaian peristiwa tersebut terbukti, pertanyaannya bukan lagi sekadar mengapa kericuhan terjadi. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah bagaimana tindakan kekerasan bisa berlangsung di ruang kampus, bahkan ketika mahasiswa baru sedang mengikuti kegiatan yang berkaitan langsung dengan pengenalan kehidupan akademik.
Pengenalan budaya akademik semestinya memperkenalkan mahasiswa baru pada lingkungan yang menjunjung kebebasan berpikir, kedisiplinan, etika, dan penghormatan terhadap sesama. Bukan menghadapkan mereka pada situasi ketika keselamatan diri justru menjadi persoalan yang harus dipikirkan.
Dalam insiden tersebut, puluhan mahasiswa disebut mengalami luka-luka. Sebagian korban bahkan dilaporkan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit hingga menjalani rawat inap. Kondisi korban menjadi bagian penting yang tidak semestinya tenggelam di balik perdebatan mengenai siapa yang memulai kericuhan.