RATUSAN PETANI BERGERAK, 9 TUNTUTAN MENGGEMA DI MAPOLDA LAMPUNG
Awan News, Bandar Lampung - Ratusan petani yang tergabung dalam Serikat Petani Lampung turun ke jalan menyampaikan aspirasi di depan Mapolda Lampung, Kamis (24/9/2026). Aksi tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional.
Massa aksi datang dari sejumlah wilayah, di antaranya Lampung Timur, Lampung Selatan, dan Lampung Tengah. Mereka membawa berbagai persoalan yang dinilai masih dihadapi petani, mulai dari konflik agraria dan sengketa lahan hingga persoalan perlindungan serta kesejahteraan petani.
Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah konflik agraria di Anak Tuha dengan PT BSA. Massa juga menyampaikan keberatan terhadap rencana pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kota Baru yang dinilai berpotensi berdampak terhadap ruang hidup masyarakat.
Dalam aksi tersebut, Front Perjuangan Rakyat untuk Reforma Agraria (FPR-RA) menyampaikan sembilan tuntutan. Di antaranya mendesak penyelesaian konflik agraria, evaluasi dan penghentian izin HGU/IUP yang dinilai bermasalah, serta perlindungan bagi petani di kawasan hutan.
Selain itu, massa meminta penghentian kriminalisasi terhadap pejuang agraria serta mendorong pengusutan dugaan praktik mafia tanah, mafia pupuk, dan kartel pangan.
Surat aspirasi yang dibawa massa kemudian diterima pihak Polda Lampung untuk dipelajari dan ditindaklanjuti. Aksi penyampaian aspirasi di depan Mapolda Lampung berlangsung tertib hingga selesai. (OKJ)