Logo AWAN NEWS

Nurzengky Gabungkan Dua Perusahaan di Satu Kantor agar Efektif

S

Super Admin

Monday, 20 Jul 2026 | 07:15 WIB 34 kali dibaca

Nurzengky Gabungkan Dua Perusahaan di Satu Kantor agar Efektif

Nurzengky Ibrahim, MM., Ph.D., DR., Komisaris Utama PT BCL dan Owner Wisata Buya Ibrahim. | Foto: Istimewa/dokpri

AWAN NEWS, Jakarta --- Owner Biro Perjalanan Wisata Buya Ibrahim, DR Nurzengky Ibrahim, MM., Ph.D., juga sebagai Komisaris Utama PT Bento Citra Lestari (PT BCL). Dua perusahaan ini digabungkannya; Bukan sekadar untuk saling menopang, namun juga memiliki tujuan pengembangan masing-masing bidang pekerjaan.

 

Dua perusahaan yang digabung pada satu kantor di bilangan Klender Jakarta Timur, adalah untuk memperlancar komuniasi hingga mempermudah pencarian solusi. Jika selintas, sebut Nurzengky, bidang usaha antara Wisata Buya Ibrahim dengan PT BCL sepertinya tidak nyambung.

 

"Padahal 'kan sama-sama bidang jasa yang jadi garapan kedua perusahaan yang kami dirikan," ungkap dia kepada AWAN NEWS, di Jakarta, Ahad (19/07/2026) malam.

 

Kalau perusahaan Wisata Buya Ibrahim, terang dia, menangani jasa perjalanan Haji-Umrah dan kewisataan domestik mau pun luar negeri. Sedangkan PT BCL menangani jasa general kontraktor, seperti: cut and fill lahan, galian untuk jalan tol atau drainasenya, bongkar taman atau rumah/gedung, juga pengurugan lahan atau jalan dan lain-lain.

 

"Apa yang saya lakukan merupakan ikhtiar pada kesertaan kami dalam pembangunan. Melaui kegiatan kepariwisataan, merupakan bagian dari upaya membangun pengalaman baru, tadabbur alam, memperkuat mental-spiritual termasuk riset-riset ilmu pengetahuan," jelas Nurzengky.

 

Sedangkan PT BCL, sebut dia, adalah untuk pengembangan usaha jasa terkait fisik yang bersentukan dengan konstruksi jalan, jembatan atau gedung.

 

Lebih lanjut Nurzengky menjelaskan, selaku Komisaris Utama di PT BCL tentu harus mendorong supaya pekerjaan jasa yang bersentuhan dengan fisik konstruksi atau infarstruktur fisik dapat berkembang dengan baik.

 

"Begitu juga pada perusahaan jasa terkait perjalanan haji-umrah dan kepariwisataan. Jika kedua perusahaan berkembang, tentu yang kami lakukan adalah penyerapan tenaga kerjanya," papar dia.

 

Oleh karena itu, Nurzengky pun selalu mendorong mereka yang ada di internal Biro Wisata Buya mau pun PT BCL yang ownernya Kasman, agar tetap semangat untuk memajukan perusahaan jasa yang kantornya digabungkan.

 

"Melalui satu kantor, salah satu peluangnya, kita bisa lebih intensif berdiskusi untuk memperlancar kinerja masing-masing. Jika misalnya terjadi gangguan atau hambatan kerjasama dengan pihak ketiga, bisa juga kita bahas bersama agar menemukan solusinya," tutup Nurzengky (asyaro g kahean)