Hiburan

Lomba Sihir tur musik di empat kota pulau Jawa mulai 31 Mei


Jakarta (ANTARA) – Grup musik Lomba Sihir, tahun ini akan mengadakan tur perdananya di empat kota di pulau Jawa yaitu Bandung pada 31 Mei, Solo pada 3 Juni, Surabaya pada 8 Juni, dan Jakarta pada 10 Juni.

Baca juga: Lomba Sihir siap pikat pendengar lewat “Pesona”

Tur bertajuk “Parade Sihir” ini diselenggarakan setelah dua tahun Lomba Sihir melepas album debut “Selamat Datang di Ujung Dunia”. Nantinya, tur juga akan dimeriahkan oleh band pembuka dari masing-masing kota.

“Sebagai band yang merilis album, kami percaya bahwa tur masih menjadi rangkaian yang penting, sekaligus menjadi wadah mengekspresikan album dan fase-fase baru dalam perjalanan kami,” kata vokalis Lomba Sihir Natasha Udu dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.

Meski “Selamat Datang di Ujung Dunia” sudah dirilis pada 2021, imbuh Udu, Lomba Sihir merasa bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk merayakan album tersebut dalam bentuk yang lebih komprehensif dengan para pendengar.

Vokalis sekaligus gitaris Lomba Sihir Rayhan Noor menambahkan bahwa tur “Parade Sihir” memiliki dua peran bagi Lomba Sihir, yaitu perayaan yang tertunda atas kelahiran band serta pembuka fase baru untuk band dengan barisan personel baru dan nafas baru.

Lomba Sihir tidak hanya menampilkan lagu-lagu dalam album debut seperti “Hati dan Paru-Paru” hingga “Semua Orang Pernah Sakit Hati”, melainkan juga lagu terbaru berjudul “Ribuan Memori” yang dirilis khusus untuk menyambut tur.

“Pertunjukan akan berlangsung selama sekitar 90 menit dan berisikan diskografi lengkap Lomba Sihir dengan tambahan aransemen baru di beberapa nomor. Seluruh personel juga akan mendapatkan sorotan khusus terhadap identitas musiknya,” kata Rayhan.

Penyelenggaraan tur “Parade Sihir” didukung oleh Sun Eater dan Make A Show. Adapun tiket untuk tur di keempat kota itu bisa didapatkan melalui loket.com.

Baca juga: Lomba Sihir segera rilis lagu terbaru “Ribuan Memori”

Baca juga: Hindia x Lomba Sihir & Mantra Vutura akan ramaikan “Pentas Sihir”

Baca juga: Uang bukan segalanya, makna di balik “Mamoney” karya Natasha Udu

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2023


Source link

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button