Gaya Hidup

Kunci kebahagiaan lewat gaya hidup sehat ala Minati Atmanegara

Jakarta (ANTARA) – Selebritas sekaligus motivator gaya hidup sehat, Minati Atmanegara, memaparkan kunci kebahagiaan lewat penerapan gaya hidup sehat yang selama ini ia tekuni di tengah dinamika rutinitas dalam industri hiburan seiring dengan bertambahnya usia.

“Kebiasaan saya sesibuk apa pun dan bertambah usia, harus menjalankan gaya hidup sehat. Memang, sebaiknya gaya hidup sehat diterapkan sejak masih muda, namun tidak ada kata terlambat kalau mau memulai hari ini daripada tidak sama sekali,” papar Minati pada peluncuran Gerakan Senam Sehat (GSS) Lansia di Jakarta, Senin.

Minati mengungkapkan bahwa dirinya harus memiliki waktu tidur selama 7 hingga 8 jam setiap hari. Menurutnya, kecukupan waktu untuk beristirahat merupakan faktor paling penting dalam menentukan aktivitas sepanjang hari. Hal tersebut bukan hanya memengaruhi penampilan, namun juga cara berpikir. 

Kelelahan karena kurang tidur, kata dia, biasanya membuat otak kurang bisa diajak bekerja sama dan mudah sekali blank. Tidur dengan kualitas baik, lanjutnya, akan membuat tubuh fit sehingga menutup peluang untuk mengonsumsi makanan berlebihan.

“Kalau tubuh fit, kita nggak akan ‘aduh kok ngantuk ya, makan permen secuil ah, kue sepotong, atau gorengan’. Nah, tubuh akan lebih terkontrol kalau cukup istirahat,” jelasnya.

Baca juga: Gaya hidup sehat Minati Atmanegara yang tak anti-nasi dan gorengan

Aktris kelahiran Berlin Barat, Jerman, 2 Maret 1959 itu juga rutin mengonsumsi air mineral sebanyak 2 liter setiap hari.

“Saya sempat dengar kalau sudah usia 60 tahun ke atas, cukup 1,5 liter. Tetapi karena aktivitas saya sangat tinggi dan banyak berkeringat, maka saya masih minum sekitar 2 liter. Itu mutlak,” tegasnya.

Selebritas sekaligus motivator gaya hidup sehat, Minati Atmanegara, pada peluncuran Gerakan Senam Sehat (GSS) Lansia di Jakarta, Senin (29/5). (ANTARA/Ahmad Faishal)


Sosok berusia 64 tahun itu juga menekankan pentingnya berolahraga secara rutin untuk menjaga sendi-sendi, otot, dan tulang, agar tetap kuat serta lentur dalam mengarungi setiap aktivitas. Kemampuan untuk aktif bergerak tanpa kendala, kata Minati, adalah kebahagiaannya saat ini.

“Tambah usia pasti tidak seperti remaja dulu, namun tidak boleh lupa untuk bergerak. Saya masih bisa naik turun tangga bermain dengan cucu laki-laki berusia hampir 3 tahun. Kalau saya tidak memiliki tulang dan otot yang kuat serta persendian yang lentur, tentu saya akan capek sekali,” kata Minati sambil tersenyum.

Baca juga: Latihan fisik dan jaga asupan nutrisi jadi kunci sehat pada usia senja

Dalam konteks menjaga kebugaran tubuh, ia juga mencermati pendapat yang mengatakan bahwa pengencangan otot dan tulang terjadi pada saat seseorang berolahraga.

“Padahal tidak demikian karena otot dan tulang kita mulai menyerap zat-zat yang diperlukan saat kita beristirahat. Saat itulah terjadi pengencangan. Jadi, latihan seminggu dua minggu akan terasa hasilnya setiap bangun dari tidur. Massa otot bertambah dan lemak berkurang, menjadi lebih kokoh,” terangnya.

Lebih lanjut, Minati berpendapat bahwa setiap orang memiliki sudut pandang kebahagiaan yang berbeda dari dalam diri masing-masing dan mesti diciptakan sendiri.

“Dari banyak problematika hidup, kita harus tetap bahagia, syukuri apa yang didapatkan. Bersyukur bisa bernapas dan bergerak dengan maksimal. Hal itu harus terus diupayakan,” pesan Minati Atmanegara.

Baca juga: Pergemi imbau kelompok lansia untuk aktif bergerak cegah penyakit

Pewarta: Ahmad Faishal Adnan
Editor: Siti Zulaikha
COPYRIGHT © ANTARA 2023


Source link

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button