Logo AWAN NEWS

Bedah Buku Suryapalohisme, NasDem Lampung Soroti Empat Pilar Pemikiran Surya Paloh

S

Super Admin

Sunday, 25 Oct 2026 | 00:32 WIB • 16 kali dibaca

Bedah Buku Suryapalohisme, NasDem Lampung Soroti Empat Pilar Pemikiran Surya Paloh

Partai NasDem Lampung menggelar bedah buku Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme di Novotel Lampung, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Kegiatan ini membahas pemikiran dan perjalanan pengabdian Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, serta nilai-nilai yang melatarbelakangi gagasan Suryapalohisme.

Bedah buku tersebut menghadirkan penulis Iskandar, akademisi FISIP Universitas Lampung Prof. Arizka Warganegara, jurnalis senior Elman Saragih, serta Pemimpin Redaksi Lampung Post Abdul Gofur.

Ketua Partai NasDem Lampung, Herman HN, mengatakan pemikiran Surya Paloh berorientasi pada upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

“Dari karya-karya beliau, dia ingin menyejahterakan rakyat dan memakmurkan rakyat. Beliau adalah teladan saya,” ujar Herman.

Ia berharap para kader NasDem dapat meneladani pemikiran dan pengabdian Surya Paloh, terutama melalui kerja nyata yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, penulis buku Iskandar menjelaskan, buku tersebut lahir dari pengalamannya berinteraksi dan berdiskusi dengan Surya Paloh selama lebih dari 15 tahun.

Menurut Iskandar, berbagai gagasan yang disampaikan Surya Paloh memiliki benang merah, yakni membangun Indonesia yang makmur, sejahtera, serta bermartabat di mata internasional.

Ia menegaskan, buku tersebut bukan biografi yang mengulas kehidupan pribadi Surya Paloh secara menyeluruh, melainkan dokumentasi pemikiran, gagasan, dan perjalanan pengabdiannya agar dapat dipelajari, diterapkan, hingga dikritisi masyarakat.

Iskandar menuturkan, karakter Surya Paloh terbentuk melalui lingkungan keluarga yang menanamkan ketegasan dan kedisiplinan, serta pengalaman berorganisasi sejak usia muda. Surya Paloh tercatat aktif dalam Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) dan kemudian mendirikan organisasi Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI).

Ia juga menyoroti perjalanan Surya Paloh dalam membangun usaha dan media massa yang dinilai beririsan dengan perjuangan kebangsaan dan demokrasi.

Salah satunya melalui penerbitan Media Prioritas pada 1986. Menurut Iskandar, media tersebut berupaya menyuarakan kebenaran di tengah situasi Orde Baru, meski akhirnya tidak bertahan lama.

“Usaha beliau itu selalu beririsan dengan perjuangan kebangsaan dan negara,” kata Iskandar. (AL)